Gerak Cepat, Kepimpinan Adrian Kairupan Gelar Kegiatan Orientasi Keanggotaan Keorganisasian PWI Teluk Bintuni Angkatan Pertama
TELUK BINTUNI | PWI – Menyusul pelantikan pengurus baru periode 2026–2029, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Teluk Bintuni dibawah kepimpinan Adrian E.A Kairupan,S.H sebagai Ketua periode 2026 - 2029 bergerak cepat memperkuat barisan organisasi.
Demikian diwujudnyatakan melalui kegiatan Orientasi Keanggotaan, yang diikuti para anggota baru maupun pengurus, sebagai langkah strategis menyamakan persepsi, memperdalam pemahaman organisasi, dan meneguhkan komitmen profesionalisme di kalangan insan pers daerah.
Orientasi Keanggotaan PWI ini bertujuan agar terwujudnya kemerdekaan Pers Nasional yang profesional, bermartabat dan beradab, memupuk kesadaran dan komitmen wartawan Musi Rawas untuk berperan serta di dalam pembangunan daerah, meningkatkan ketaatan wartawan terhadap kode etik jurnalistik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (19/5/2026), di Gedung Sasana Karya, SP3, Manimeri, Teluk Bintuni.
Ketua PWI Teluk Bintuni, Adrian E.A. Kairupan, menekankan bahwa orientasi bukan sekadar seremonial, melainkan fondasi utama agar setiap anggota paham hak, kewajiban, dan tanggung jawab besar yang melekat saat menjadi bagian dari organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia.
“Menjadi anggota PWI bukan sekadar memiliki kartu nama, melainkan memegang amanah menjaga marwah profesi. Kita harus paham aturan main, etika, dan tujuan organisasi agar ke depan kita bisa bekerja lebih rapi, berintegritas, dan menjadi mitra yang dipercaya masyarakat serta pemerintah,”Tegas Adrian.
Dalam sesi materi, peserta dibekali berbagai topik krusial, mulai dari sejarah dan dasar organisasi, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik, hingga aturan hukum pers dan perlindungan profesi.
Selain itu, kegiatan orientasi ini juga sebagai syarat utama untuk dapat menjadi anggota PWI, calon anggota harus mengikuti orientasi berupa uji wawasan seputar tugas pers sehari-hari yang dilakukan setiap wartawan, seperti pemahaman wartawan tentang etika jurnalistik, hukum pers dan sikap profesionalitas wartawan Indonesia.
Ketua PWI Papua Barat selaku narasumber juga menyoroti pentingnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai standar mutu kerja, serta strategi menjaga akurasi berita di tengah derasnya arus informasi dan tantangan era digital saat ini.
Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah peran wartawan dalam pembangunan daerah. Peserta diajak untuk tidak hanya sekadar melaporkan peristiwa, tetapi mampu mengangkat isu strategis, menyambung aspirasi masyarakat, serta mengawal kebijakan pembangunan di Teluk Bintuni dengan cara yang berimbang, konstruktif, dan mencerdaskan publik.
Ketua PWI Papua Barat, Bustam, mengapresiasi langkah cepat kepengurusan baru. Ia menilai kegiatan ini sangat tepat dilakukan, mengingat peran pers semakin strategis seiring berkembangnya Teluk Bintuni sebagai wilayah penyangga ekonomi dan pembangunan di Papua Barat.
“Orientasi ini adalah kunci persatuan dan kualitas. Ke depan, anggota PWI Teluk Bintuni harus tampil lebih unggul, beretika, dan kompeten. Jadikan organisasi ini rumah yang memperkuat kalian, tempat bertukar ilmu, dan wadah yang melindungi hak-hak profesi kalian,”Pesan Bustam.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak yang mengaku mendapatkan pemahaman baru, terutama terkait batasan kerja, tanggung jawab hukum, dan cara menjaga independensi media.
Kegiatan orientasi ini menutup rangkaian langkah awal kepengurusan baru. PWI Teluk Bintuni berkomitmen akan terus menggelar pembinaan rutin, pelatihan, dan peningkatan kapasitas sebagai upaya nyata mewujudkan visi menjadi organisasi yang kokoh, anggota yang profesional, dan pers yang selalu hadir membangun kemajuan Teluk Bintuni. [*/TIM]